Hercules Anak Timor Leste (TL) Raja Preman di Jakarta November 12, 2010
Posted by ws.rudi in REALITY.Tags: Hercules Anak Timor Leste, Hercules Raja Tanah Abang, Hercules Rosario Marshal
trackback
SETELAH Komandan Polisi Militer (PM) Mayor Alfredo Alves Reinado muncul di Metro TV dalam program Kick Andy pada 24 dan 27 Mei lalu, Minggu (10/6) lalu, dalam program yang sama muncul Hercules Rosario de Marshal.
Dua-duanya adalah putra kelahiran Timor Leste (TL), yang menjadi TBO (Tenaga Bantuan Operasi) TNI di Timor Timur (Timtim) saat pergolakan dulu. Bedanya, Alfredo menjadi tentara, Hercules menjadi raja preman di Jakarta, ibu kota negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Barangkali bagi warga TL yang sempat menonton tayangan Hercules dalam program Kick Andy, Minggu (10/6) lalu, mengenal lebih jauh sepak terjang seorang Hercules. Rasanya tidak percaya Hercules preman yang paling ditakuti, setidaknya di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta. Tubuhnya tidak begitu tinggi. Badannya kurus. Hanya tangan kirinya yang berfungsi dengan baik. Sedangkan tangan kananya sebatas siku menggunakan tangan palsu. Sementara bola mata kanannya sudah digantikan dengan bola mata buatan.
Tapi setiap kali nama Hercules disebut, yang terbayang adalah kengerian. Banyak sudah cerita tentang sepak terjang Hercules dan kelompoknya. Sebut saja kasus penyerbuan Harian Indopos gara-gara Hercules merasa pemberitaan di suratkabar itu merugikan dia. Juga tentang pendudukan tanah di beberapa kawasan Jakarta yang menyebabkan terjadi bentrokan antar-preman.
Belum lagi sejumlah tawuran antar-geng yang merenggut korban jiwa atau luka-luka. Sejak pertengahan 80-an kelompok Hercules malang melintang di kawasan perdagangan Tanah Abang. Tak heran jika bagi warga Jakarta dan sekitarnya, nama Hercules identik dengan Tanah Abang.
Meski tubuhnya kecil, nyali pemuda kelahiran Timtim (kini Timor Leste) 45 tahun lalu ini diakui sangat besar. Dalam tawuran antar-kelompok Hercules sering memimpin langsung. Pernah suatu kali dia dijebak dan dibacok 16 bacokan hingga harus masuk ICU, tapi ternyata tak kunjung tewas. Bahkan suatu ketika, dalam suatu perkelahian, sebuah peluru menembus matanya hingga ke bagian belakang kepala tapi tak juga membuat nyawa pemuda berambut keriting ini tamat. Ada isu dia memang punya ilmu kebal yang diperolehnya dari seorang pendekar di Badui Dalam.
Boleh percaya, boleh tidak. Di Kick Andy Hercules mengungkapkan awal mula dia masuk ke Tanah Abang, salah satu wilayah paling keras di Jakarta. Untuk mendapat pengakuan, waktu itu dia harus mengalahkan kelompok-kelompok penguasa di sana.

Hampir setiap malam pertarungan demi pertarungan harus dia hadapi. “Waktu itu saya masih tidur di kolong-kolong jembatan. Tidur ngak bisa tenang. Pedang selalu menempel di badan. Mandi juga selalu bawa pedang. Sebab setiap saat musuh bisa menyerang,” ungkapnya.
Ternyata, di balik sosok yang menyeramkan ini, ada sisi lain yang belum banyak diketahui orang. Dalam banyak peristiwa kebakaran, ternyata Hercules menyumbang berton-ton beras kepada para korban. Termasuk buku-buku tulis dan buku pelajaran bagi anak-anak korban kebakaran. Begitu juga ketika terjadi bencana tsunami di beberapa wilayah, Hercules memberi sumbangan beras dan pakaian. Soal beras, memang tidak menjadi soal baginya karena Hercules memiliki tujuh hektar sawah di daerah Indramayu, Jawa Barat. Bahkan juga bantuan bahan bangunan dan semen untuk pembangunan masjid-masjid. Sisi lain yang menarik dari Hercules adalah kepeduliannya pada pendidikan. “Saya memang tidak tamat SMA. Tapi saya menyadari pendidikan itu penting,” ujar ayah tiga anak ini.
Maka jangan kaget jika Hercules menyekolahkan ketiga anaknya di sebuah sekolah internasional yang relatif uang sekolahnya mahal. Bukan Cuma itu, ketika Lembaga Pendidikan Kesekretarisan Saint Mary menghadapi masalah, Hercules ikut andil menyelesaikannya, termasuk menyuntikan modal agar lembaga pendidikan itu bisa terus berjalan dan berkembang.
Hercules pun aktif duduk sebagai salah satu pimpinan di situ. Di Kick Andy, misteri tentang tokoh yang selama ini lebih dikenal namanya ini terkuak. Termasuk masa kecilnya ketika menjadi TBO TNI di Timtim saat pergolakan dulu.
Walau bertahun-tahun mengembara di negeri orang, tapi sosok Hercules tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya TL. Hal ini terlihat jelas saat sejumlah armada Koran ini bertandang ke kediamannya yang terletak daerah Kebun Jeruk, Jakarta, pada medio Juni 2004. Kedatangan armada STL yang dikomandoi Godinho Barros, yang tidak lain adalah saudara sepupu Hercules diterima dengan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan itu, Hercules menceritakan pengalamannya kepada armada STL dan berjanji suatu ketika akan berkunjung ke tanah kelahirannya. Kapan Hercules berkunjung ke negara baru TL? Kita tunggu jawaban dari Hercules.
Dikutip dari Harian Suara Timor Lorosae….
Hercules Bantah Terkait Bentrok di Ampera
JAKARTA–MI: Hercules Rosario Marshal atau lebih akrab dipanggil Hercules terkenal sebagai preman yang malang melintang di kawasan Tanah Abang. Namun, ia menolak cap preman yang ditujukan kepadanya.
“Kita perlu perjelas lagi apa itu preman. Memang ada preman yang mencuri, merampok, atau mengeroyok. Kalau mengeroyok sama saja dengan preman, pejabat juga preman,” ujar Hercules ketika dihubungi oleh Media Indonesia via sambungan telepon pada Jumat (1/10).
Ia memberi contoh pejabat DPR yang saling baku hantam ketika tidak menemui mufakat dalam musyawarah. Kalau memang sudah emosi dan saling mempertahankan ego, terjadilah pengeroyokan,” ungkapnya.
“Kami kan bekerja sebagai security (penjaga keamanan). Jadi tak bisa disebut preman. Kalau ada yang bertamu dan membuat masalah lalu ribut dan terjadi kericuhan, nah itu baru preman,” tegasnya.
Ia juga menolak namanya dikaitkan dengan bentrokan antarmassa di jalan Ampera yang terjadi pada Rabu (29/9). Bentrokan terjadi menjelang persidangan kasus pembunuhan di kafe Blowfish, Jakarta Selatan.

“Binatang itu semua orang-orang yang menyebut nama saya ada kaitannya dengan bentrokan dalam wawancara di televisi. Kalau kasih penjelasan jangan kaya pencundang,” ujarnya emosi.










Bukannya Hercules kuat di back up sama Prabowo. itu isyu yg saya dengar???
saya rasa kurang tepat jika agan Danny berkata: “Bukannya Hercules kuat di back up sama Prabowo. itu isyu yg saya dengar???” sebab bagi orang dengan nyali yang begitu besar, Hercules sangatlah mandiri.
Hebat yah, ckckckkckc Turut mendukung
Jangan melihat dari luarnya saja, ternyata berhati mulia…
Saya jadi Bermimpi Bisa melihat Hercules Di depan mata saya dan Menjabat tangannya,
mereka para preman ini mafia kerah dekil, yang berbuat jahat karena lapar, beda dengan mafia kerah putih, yang memang berbuat jahat karena rakus. mereka membunuh dengan pena, dan korbannya lebih banyak, jadi siapa yang lebih baik?
saya berpendapat,hercules juga sosok cerdas,pandai dalam strategi dan juga keselamatan dari Tuhan,semoga makin banyak berbuat kebaikan buat sesama.
Semoga semua kelompok preman,makin peduli kemanusiaan dan mengentaskan kemiskinan masyarakat. Mari dirikan Partai Preman Peduli Indonesia.PPPI.
om hercules saya in gin tahu anda
sip bang Hercules
BUAT SEMUA MASYARAKAT JABOTABEK, YANG GAK TAU OM HERCULES JANGAN ASAL JEPLAK DEHH…
SOTOY ASAL KOMEN TENTANG ORANG , NGACA DULU .. (KUSUSNYA PEJABAT “NGACA”)
OM HERCULES ITU BAIK , LOYAL , RAMAH ,
PREMAN ITU BAIK asal yg dilakukan :
* Bekerja keras, melawan yg mentang2, memberi prlindungan bg yg lemah, guna memberikan rasa keadilan.
TP PREMAN ITU MEMANG BAJINGAN Manakala :
- menekan & menakut-nakuti yg lamah
- memeras atau membunuh yg tak berdaya
- mencari keuntungan dari riba’
- menikmati hsl pemerasannya u/ pesta seks, miras & narkoba
HERCULES kategori yg mana???
John Kei, Basri, dll yg mana ???
kalau dah baik hormati mereka !
kalau setengah2 binalah mereka !
kalau payah musnahkan mereka !
apakah herkules masih hidup ??
salut dengan Hercules… merangkak dari bawah hingga jd sukses… dan jd orang yg peduli kepada orang terkena bencana…saluutttttsssss….
God menyertai om hercules…..
doa org2 yg mendukung om hercules selalu menyertai…
Oo.. ini toh om hercules??
om saya tantang anda duel,, gmn?