jump to navigation

Tips Memilih Garam Beryodium Agustus 20, 2010

Posted by ws.rudi in HEALTH.
Tags:
trackback

Sebagai orang yang bekerja di bidang kesehatan, kita sering mendapat pertanyaandari masyarakat tentang bagaimana cara memilih garam itu beryodium atau tidak pada saat akan membelinya.

Hal ini memang sulit dilakukan, karena garam pada umumnya sudah terbungkus rapi dan kita tidak dapat menentukan beryodium atau tidak dengan hanya melihat atau mengecapnya.

Dengan demikian, salah satu tahap awal adalah membeli merk tertentu dalam jumlah sedikit atau bungkus kecil saja dulu, untuk dilakukan uji kandungan yodium.

Cara yang paling mudah untuk menguji kandungan yodium dalam garam adalah dengan menggunakan cairan uji, yang saat ini banyak digunakan adalah “Iodina test.” Hanya dengan tiga tetes cairan uji, kita dapat mengetahui garam tersebut mengandung yodium cukup atau tidak cukup.

Namun demikian, ternyata cairan uji tersebut tidak tersedia di pasaran bebas. Alat uji yodium saat ini baru dapat kita lihat di Puskesmas, itupun belum seluruh puskesmas memilikinya.

Selain itu, apakah mungkin kita melakukan uji yodium pada saat kita membeli garam?

Berikut ini tips untuk memilih garam beryodium, yang dapat disosialisasikan ke masyarakat:

1) Pilihlah garam yang dikemas dan berlabel “Garam Beryodium”, ada nomor MD atau SP, isi/berat kemasan, kandungan yodium 30-80 ppm, nama produsen.

2) Pilihlah kemasan yang rapi dan tidak rusak.

3) Pilihlah garam yang putih dan kering, tidak lembab atau basah.

4) Beli sedikit dulu (kemasan kecil) untuk diuji di rumah, kalau perlu beberapa merk, untuk pegangan dalam pembelian selanjutnya.

5) Hindari memilih garam bata/briket apalagi yang tidak dikemas, kecuali telah anda uji pada setiap bagian (luar dan dalam) dan hasilnya cukup.

6) Apabila sudah dilakukan uji terhadap merk tertentu, pembelian selanjutnya tidak perlu lagi dilakukan uji.

7) Pilihlah kemasan kecil agar penyimpanan di rumah tidak terlalu lama, untuk menghindari proses pelembaban akibat terbukanya kemasan.

Mudah-mudahan tips di atas dapat membantu masyarakat dalam memilih garam beryodium yang berkualitas baik, sebagai upaya pencegahan timbulnya masalah gangguan akibat kurang yodium.

Dr. Anie Kurniawan, MSc.
Subdirektorat Gizi Klinis – Direktorat Gizi Masyarakat

Komentar»

1. rooneyZA - November 9, 2011

cara cek garam secara sederhana gimana?

2. anitapangaila - Februari 27, 2013

Mau tanya…bagaimana kalau garam yang sudah di tetesi iodium test ternyata setelah 3 menit warna ungunya langsung pudar/hilang..sementara sampel garan merek lain tidak pudar warnanya…apakah garam tersebut baik untuk digunakan,walaupun dalam kemasan plastik tertulis mengandung garam beryodium KIO3 >30 ppm

3. chord - November 1, 2014

chord gitar


Orang Baik Pasti Mau Kasih Komentar ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: