jump to navigation

Kritikan dan Nasehat Juli 25, 2011

Posted by ws.rudi in LAW OF ATRACTION, REALITY, RELATIONSHIP.
Tags: , , , ,
trackback

Seiring bergantinya siang dan malam dalam kehidupan manusia yang merupakan makhluk sosial – yang senantiasa berinteraksi dengan manusia lainnya – terkadang sering membuahkan kritikan dan nasehat.

Implementasi kritikan dan nasehat pun dapat menimbulkan emosional yang biasanya berujung pada mis-understanding – kesalahpahaman.

Sehingga timbul pertanyaan:

“Dari keduanya, yaitu antara kritikan dan nasehat … mana yang paling baik untuk dilakukan?”

Sebelum menjawab, yuk simak definisi dari kritikan dan nasehat:

Pertama : Kritikan

Kritikan dilakukan dengan melibatkan emosional, sehingga menyudutkan, merendahkan bahkan menghina orang yang dikritik. Walaupun untuk tujuan perbaikan atau kebaikan, tetap saja kritikan akan memberikan sedikit-banyak goresan luka terhadap psikologi.

Apakah kritikan akan kita pilih sebagai bentuk perhatian terhadap orang yang kita cintai, keluarga, sahabat, teman? atau sebagai bentuk kecaman terhadap orang-orang yang menurut kita adalah enemy atau musuh?

Kritikan menimbulkan dendam orang yang dikritik kepada orang yang meng-kritik, atau sebaliknya.

Namun apakah kritikan itu juga akan berdampak bagi pelaku kritik itu sendiri?

Tentu saja iya, bila melibatkan banyak emosional – kemarahan saat melakukannya. Karena kritikan membuat orang yang meng-kritik fokus pada kekurangan yang ada pada orang yang dikritik-nya.

Hukumnya adalah ketika pikiran semakin fokus pada sesuatu, maka sesuatu itu akan mewujud – terjadi.

Kritikan sumbernya ke-kurangpuas-an >> Jalannya emosi dan marah >> hasilnya keburukan

Sehingga bisa disimpulkan bahwa kritikan akan menimbulkan kerugian bagi orang yang meng-kritik, terlebih lagi bagi orang yang dikritik.

Kedua: Nasehat

Nasehat dilakukan dengan lembut dan sabar untuk meningkatkan perbaikan demi kebaikan orang yang dinasehati tanpa mengabaikan harga diri dari keduanya.

Nasehat meningkatkan cara berfikir mejadi lebih baik, baik bagi orang yang menasehati dan orang yang dinasehati, sehingga nasehat juga akan meningkatkan kecerdasan emosional.

Nasehat menimbulkan rasa kasih sayang dari orang yang dinasehati kepada orang yang menasehati, atau sebaliknya.

Nasehat sumbernya perhatian >> Jalannya kasih sayang >> hasilnya kebaikan

Sehingga bisa disimpulkan nasehat akan memberikan manfaat dan kebaikan baik orang yang menasehati dan orang yang dinasehati.

Komentar»

1. Upaya Terbaik « Rudi Wijisaksono Personal Blogs - April 24, 2012

[…] berbeda sedikit dari setiap manusia lain. Saya memang tidak punya 100% peralatan. Ada beberapa kekurangan dalam diri saya, dan tak terlihat adanya kekuatan. Namun, inilah tangan yang telah melibatkan saya […]


Orang Baik Pasti Mau Kasih Komentar ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: